Think Before You Post On Social Media

Akuilah memang tidak ada Guide mengenai bagaimana kita harus berperilaku untuk menjadi netizen. Sama halnya seperti norma-norma yang kita ketahui di lingkungan masyarakat atas “hal-hal yang hanya bisa kamu dapat di rumah”. Artinya, setiap keluarga maupun setiap individu akan mempunyai pandangan nya masing-masing dalam berperilaku. Bagaimana kamu merespon nya dikembalikan kepada pribadi masing-masing, termasuk pada kenyamanan kamu berinteraksi di sosial media.

Betul, kita boleh saja bebas berpendapat, tapi hati-hati, mulutmu harimaumu.

Betul, kita boleh saja memberitahu kan kemana saja kita pergi, tapi hati-hati, tidak semua orang berniat baik.

Betul, kita boleh saja mengungkapkan kegembiraan dengan pasangan, tapi hati-hati, ngga cuma kamu yang suka sama pasanganmu (haha!).

Pernah merasakan keresahan seperti hal-hal diatas? Melalui artikel ini, saya ingin berbagi tips apa saja yang perlu diperhatikan saat kita ingin posting di sosial media, yang tak lain merupakan pengalaman saya sendiri sebagai individu dan juga seorang karyawan yang bekerja di salah satu Measurement Company terbesar di Indonesia yang mengharuskan masing-masing pekerja bertindak secara hati-hati dalam membagikan informasi di media sosial.

Tips #1. Post di Sosial Media = Permanen

Meskipun akun sosial mediamu dikunci atau private, seseorang diluar sana tetap ada yang melihat dan (mungkin) melakukan screen capture atas apa saja yang kamu post.

“Tapi kan setelah post saya hapus dan kemudian masalah saya selesai.” Ingat, hal ini tidak berlaku, karena tidak 100% kontenmu terhapus.

Hindari mengomentari hal-hal yang berbau negatif, seperti menyinggung ras, etnis maupun gender yang bersifat mencela, merendahkan dan segala hal yang menyebabkan lingkungan kamu menjadi tidak bersahabat (hostile work environment). Untuk lebih memahami hal ini coba perhatikan contoh IG Post berikut:

Contoh 1:

Contoh 2:

Menurut kamu mana sih yang lebih enak dibaca dari 2 contoh diatas?

Hati-hati juga ya guys bahwa sekarang sudah ada UU di Indonesia yang berlaku jika kamu berperilaku semena-semena di sosial media seperti info berikut ini:

ba21f522-84e4-496a-8e66-c30955408cea

Tips #2. Kenali Hal-Hal Personal Kamu

Tahukah kamu bahwa dengan mengumbar privasi kamu sama saja dengan menelanjangi diri sendiri? Ketahui, kenali dan sadari apa saja yang termasuk data-data privasi, seperti:

  • Biodata (Nama, Tempat Tinggal, Tanggal Lahir, No. Tlp, dsb.)
  • Dokumen legal (No. KTP, Akta Kelahiran, No. NPWP, Passport, Boarding Pass, dsb.)
  • Data – data finansial (Slip gaji, bukti transaksi, dsb.)

Apakah kamu pernah mendengar bahwa ada orang-orang yang rela mengumpulkan sampah hanya untuk mendapatkan data-data pribadi orang lain melalui apa yang mereka buang? Jangan sampai ya guys, kita malah secara volunteer mengumbar data pribadi kita di sosial media, seperti ini contohnya:

Membagikan informasi boarding pass semudah foto selfie (Sumber: Akun Instagram)

Tips #3. Hargai Properti Intelektual

Berita Hoax adalah sumber retaknya rasa hormat sesama manusia dan luntur nya toleransi. Kenapa? Karena menyebarkan berita yang bukan sebenarnya ataupun tidak mencantumkan sumber referensi adalah wujud dari tidak menghargai properti intelektual. Maka dari itu, ada baiknya periksa baik-baik sumber referensi yang kamu dapatkan.

Yuk, sekarang kita lanjut ke studi kasus dari salah 1 chat yang dikirimkan melalui WA:

Berdasarkan chat tersebut, apakah kamu merasa ada yang kurang lengkap? Coba kamu cek pada sumber referensi. Sumber hanya ditulis “dari dokter ahli gizi RSPAD”. Come on guys, sumber referensi itu penting loh untuk suatu kredibilitas, jangan cepat percaya akan sumber berita yang seperti ini. Ada baiknya, sumber berita diikuti pencantuman alamat website yang terpercaya.

Artikel ini hanya beberapa contoh saja dari sekian banyak penyimpangan di dunia maya. Maka dari itu, think before you post on social media.


4 thoughts on “Think Before You Post On Social Media

  1. Wow banget yaa sampai ada UU tentang body shaming.

    Bener banget itu yang whatsapp… Sumbernya ga kredibel dan anonim… Masih mending kalau yg bermanfaat.. Lagi jaman taun politik gini rasanya mau exit grup ajaa… Bukan karena simpatisan salah satu calon, tapi murni ga nyaman liat tulisan jelek2in masing2 calon

    Like

    1. Jadi ga bisa julid lagi mbak di sos med karena udah ada uu body shaming haha
      Bener, mbak… saya malah melihat mau pemilu ini bukannya melihatkan mana contoh yg bagus, tapi mayoritas sibuk mencari2 ide black campaign.. (loh kita jadi bahas politik nih wkwk)
      Btw, ku follow blog mu ya mbaaak..
      Nice to know you 🙂

      Like

Comments Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s