Menyambut MRT dan Wajah Baru Jakarta Guna Bekerja Bersama #UbahJakarta

Keluhan Kemacetan di Jakarta

“Asyik! Jumat sore nih, siap-siap bekal di mobil ah untuk menemani macet di jalan.”

Pernahkah kamu mengalami ‘kepasrahan’ tersebut? Saat kita merasa kemacetan sudah berubah menjadi ‘kebiasaan’ dan ‘kewajaran’ bagi para pejuang ibu kota. Istilah parkir di jalan pun muncul karena fungsi roda kendaraan tidak lagi untuk ‘berjalan’ melainkan menjadi penyangga kotak ber-AC yang memadati jalan.

Sebetulnya, tidak mengherankan jika hal ini terjadi, karena tidak hanya di Hari Jumat, namun kemacetan juga dialami sehari-hari dari awal Hari Senin. Bagaimana tidak? Setiap harinya, ada sekitar 53 juta perjalanan kendaraan bermotor yang terkonsentrasi di pusat kota ini dan rata-rata penduduk Jakarta melakukan 2 kali perjalanan per hari nya (Sumber: JUTPI, 2012). Terbayang bukan bagaimana padatnya?

(Sumber: Indoindians.com)

Hal ini bisa saja dipicu karena setiap tahunnya jalanan ibu kota makin dipenuhi dengan penggunaan kendaraan pribadi. Menurut data JUTPI, peningkatan penggunaan kendaraan pribadi setiap tahunnya semakin bertambah, tahun 2010 saja meningkat menjadi 50% yang sebelumnya 33% pada tahun 2002, namun ternyata data ini berkebalikan dengan penggunaan kendaraan umum di Jakarta. Pengguna kendaraan umum tahun 2002 mampu mencapai 42%, sedangkan tahun 2010 menurun menjadi 20% saja.

Sudah dapat jawabannya bukan mengapa kemacetan ini dapat terjadi di Jakarta?

Solusi Mengurai Kemacetan Jakarta Hari Ini

Mengetahui fakta pengguna kendaraan semakin meningkat setiap tahunnya, memang hal ini sulit dipungkiri karena gaya hidup masyarakat Jakarta yang masih ketergantungan pada kendaraan pribadi. Sedangkan untuk mengubah gaya hidup pun dibutuhkan perubahan pola pikir yang didukung perkembangan ekonomi negara yang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dilema. Hanya 1 kata ini yang paling sesuai menggambarkan keadaan jalan di Jakarta.

Bukan berarti masalah ini tidak dapat diselesaikan, faktanya berbagai cara pun sudah dilakukan untuk mengurai kemacetan. Dimulai dari penambahan ruas jalan dan perbaikan transportasi umum seperti commuter line dan Bus TransJakarta yang dihadirkan sebagai solusi transportasi hari ini.

Sayangnya, menurut Bambang Susanto, penulis buku “Revolusi Transportasi”, beliau membahas bahwa solusi penambahan ruas jalan ternyata tidak se-efektif yang dibayangkan, karena justru menambah ruang untuk kendaraan pribadi sehingga mengakibatkan lebih banyak perjalanan dan meningkatkan kemacetan. Lalu, pilihan solusi yang paling tepat adalah dengan meninggalkan konsep car mobility dan mulai menerapkan konsep aksesibilitas seperti yang sudah diterapkan di negara-negara lain. Konsep aksesibilitas ini mengutamakan penyediaan angkutan umum untuk menekan kebutuhan pergerakan, sedangkan car mobility mengutamakan kelancaran arus kendaraan bermotor dengan cara memperbesar prasarana, yaitu ruas jalan.

Jelas kan perbedaan nya?

Solusi Mengurai Kemacetan Jakarta di Masa Depan

Teknologi transportasi Jakarta hari ini mulai mencerminkan perkembangan, meskipun belum menampakkan kesuksesan seperti negara-negara lain yang sudah lebih dulu menerapkan konsep aksesibilitas seperti Tokyo, London dan New York.

OK. Stop sampai disana.

Secanggih apapun subway MRT di Tokyo, London Underground maupun Subway New York City, ternyata sistem transportasi pada negara-negara tersebut masih memerlukan banyak perbaikan. Lalu bagaimana dengan Jakarta?

(Sumber: beritatrans.com)

Sebagaimana yang kita lihat di jalanan Jakarta saat ini, ibu kota menuju wajah baru yang mengutamakan konsep aksesibilitas dengan pembangunan MRT. Diprediksikan dengan kemajuan yang sudah dijalankan saat ini, kurang dari 2 tahun lagi warga Jakarta bisa menggunakan fasilitas transportasi ini. Jenis lintasan MRT yang akan dibangun rencana nya akan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu MRT lintasan melayang dan MRT lintasan bawah tanah.

Tujuan pembangunan MRT Jakarta yakni diperuntukkan untuk memperbaiki karateristik Warga Jakarta yang masih bergantung dengan kendaraan pribadi dan memindahkan nya ke transportasi umum yang lebih nyaman dan aman. Menariknya, perkembangan pembangunan ini selalu dilakukan update melalui web resmi MRT Jakarta maupun akun media sosial nya. Komunikasi dan transparansi seperti ini lah yang pastinya diperlukan masyarakat Jakarta untuk mendukung pembangunan MRT.

Sosialisasi Penggunaan MRT

Transparansi mengenai perkembangan proyek MRT ternyata dapat dilihat dari segala sisi. Sosialisasi yang berjalan saat ini sudah dapat diakses secara digital dengan beberapa multi akun seperti:

Masyarakat dapat berinteraksi dan memberikan beberapa masukannya pada akun-akun tersebut dengan menggunakan hashtag unggulan MRT #UbahJakarta #TransportasiPublikAsik. Ide sosialisasi ini sangat cocok diterapkan di Jakarta, dimana merupakan salah satu pergerakan revolusi untuk mengubah karakter dan gaya hidup di metropolitan menuju ke moda transportasi umum.

Mengapa?

Dilatarbelakangi dari tingkat pendidikan penduduk Jakarta yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya, penduduk ibu kota lebih kritis dan peka terhadap isu-isu yang dihadapi, maka dari itu masyarakat Jakarta perlu didengar aspirasi nya, perlu respon yang baik dan diberikan arahan solusi. PT MRT Jakarta ternyata paham betul karakteristik warga Jakarta, sehingga akun-akun media sosial tersebut pun dijadikan wadah untuk menampung berbagai ide dan aspirasi masyarakat.

Melihat antusias masyarakat Jakarta saat ini, semoga kobaran api ini tidak padam sehingga hubungan antara pemerintah dengan publik terus saling mendukung untuk mendorong Jakarta yang lebih baik, dan bersama membangun kesuksesan MRT.

 

Comments Box

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s